Friday, September 26, 2014

Persepsi (Perilaku Keorganisasian//FEB Universitas Pancasila)

PERSEPSI




Persepsi (dari bahasa Latin perceptio, percipio) adalah tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memeberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Persepsi meliputi semua sinyal dalam sistem saraf, yang merupakan hasil dari stimulasi fisik atau kimia dari organ pengindra. Seperti misalnya penglihatan yang merupakan cahaya yang mengenai retina pada mata, pencium yang memakai media molekul bau (aroma), dan pendengaran yang melibatkan gelombang suara. Persepsi bukanlah penerimaan isyarat secara pasif, tetapi dibentuk oleh pembelajaran, ingatan, harapan, dan perhatian Persepsi bergantung pada fungsi kompleks sistem saraf, tetapi tampak tidak ada karena terjadi di luar kesadaran.

Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi

Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi bisa terletak dalam diri pembentuk persepsi, dalam diri objek atau target yang diartikan, atau dalam konteks situasi di mana persepsi tersebut dibuat. a.Asumsi Yang Didasarkan Pada Pengalaman Masa Lalu dan Persepsi Persepsi yang dipengaruhi oleh asumsi – asumsi yang didasarkan pada pengalaman masa lalu dikemukakan oleh sekelompok peneliti yang berasal dari Universitas Princenton seperti Adelbert Ames, Jr, Hadley Cantril, Edward Engels, William H. Ittelson dan Adelbert Amer, Jr. Mereka mengemukakan konsep yang disebut dengan pandangan transaksional (transactional view). Konsep ini pada dasarnya menjelaskan bahwa pengamat dan dunia sekitar merupakan partisipan aktif dalam tindakan persepsi. Para pemikir transaksional telah mengembangkan sejumlah bukti yang meyakinkan bahwa persepsi didasarkan pada asumsi. Salah satu yang paling menonjol, yang ditemukan oleh Adelbert Amer, Jr., disebut monocular distorted room. “Ruangan dibangun sedemikian rupa sehingga dinding belakang berbentuk trapesium, dimana jarak vertikal ke atas dan ke bawah pada sisi kiri dinding lebih panjang daripada jarak vertikal ke atas dan ke bawah pada sisi kanan dinding. Dinding belakang terletak pada suatu sudut, sehingga sisi kiri terlihat lebih jauh ke belakang dari pada sisi kanan. Jika seorang pengamat berdiri di depan ruangan dan mengamati melalui sebuah lubang kecil, maka ruangan akan terlihat seperti sebuah ruangan yang benar – benar membentuk empat persegi panjang. Jika dua orang berjalan melalui ruangan dan berdiri pada sudut belakang, maka sesuatu yang menarik akan terjadi.

 Bagi si pengamat yang melihat melalui sebuah lubang, salah satu orang yang berada di sisi kanan akan terlihat sangat besar karena orang ini berada lebih dekat dengan si pengamat dan memenuhi keseluruhan ruangan antara lantai dan langit – langit. Sedangkan orang yang berada di sisi kiri akan terlihat sangat kecil karena berada jauh dari si pengamat. Ilusi ini terjadi karena pikiran si pengamat mengasumsikan bahwa dinding belakang parallel dengan dinding depan ruangan. Asumsi ini berdasarkan pengalaman terdahulu yang menggunakan ruangan – ruangan lain yang mirip. Ilusi ini akan semakin kuat apabila dua orang yang berada di sudut yang berbeda tersebut saling bertukar tempat, maka salah satu akan terlihat lebih besar dan yang satunya lagi terlihat lebih kecil tepat di depan mata si pengamat.

Faktor yang mempengaruhi persepsi antara lain harapan pengalaman masa lalu, dan keadaan psikologis yang mana menciptakan kumpulan perseptual. Selain hal tersebut masih ada beberapa hal yang mempengaruhi persepsi, yaitu: 1.Yang paling berpengaruh terhadap persepsi adalah perhatian, karena perhatian adalah proses mental ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran, pada saat stimulus lainya melemah. Dalam stimulus mempunyai sifat-sifat yang menonjol, antara lain intensitas dan pengulangan. Diri orang yang membentuk persepsi itu sendiri. Apabila seseorang melihat sesuatu dan berusaha memberikan interpretasi tentang apa yang dilihatnya itu, ia dipengaruhi oleh karateristik individual yang turut berpengaruh seperti sikap kepentingan, minat, kebutuhan, pengalaman, harapan dan kepribadian. 2.Stimulus yang berupa obyek maupun peristiwa tertentu. Stimulus yang dimaksud mungkin berupa orang, benda atau peristiwa. Sifat-sifat sasaran itu biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang yang melihatnya. 3.Faktor situasi dimana pembentukan persepsi itu terjadi baik tempat, waktu, suasana dan lain-lain



Jenis-jenis persepsi

Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang diperoleh oleh indera menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa jenis       :

Persepsi visual

Persepsi visual didapatkan dari indera penglihatan. Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan memengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya.Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari. Persepsi kaum muslimin harus mengacu pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, ini yang kemudian disebut Islamic Worldview
Persepsi visual merupakan hasil dari apa yang kita lihat baik sebelum kita melihat atau masih membayangkan dan sesudah melakukan pada objek yang dituju

Persepsi auditori

Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga.

Persepsi perabaan

Persepsi pengerabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit.

Persepsi penciuman

Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung.

Persepsi pengecapan

Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah.


PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU

Persepsi penting karena perilaku individu didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan.
·        Proses Persepsi
Stimulus Lingkungan -> Perhatian dan seleksi -> Pengorganisasian Stimulus
-> Penafsiran -> Persepsi
faktor-faktor ini bisa dikelompokkan berdasarkan berbagai sudut pandang
Faktor dari dalam diri pembentuk persepsi itu sendiri Yaitu ketika seorang individu melihat sebuah target dan berusaha untuk menginterpretasikan apa yang ia lihat,interpretasi itu sangat dipengaruhi oleh berbagai karakteristik pribadi dari pembuat persepsi individual tersebut.




·        Karakteristik pribadi itu meliputi :
-Sikap
-Kepribadian
-Motif
-Minat
-Pengalaman masa lalu
-Dan harapan-harapan seseorang

·        Faktor dari target atau obyek
Karakteristik target yang diobservasi bisa mempengaruhi apa yang diartikan.Faktor-faktor tersebut seperti :
-Sesuatu yang baru
-Gerakan
-Suara
-Ukuran
-Latar belakang
-Kedekatan
-Kemiripan

·        Faktor dalam situasi
Yaitu konteks dimana kita melihat berbagai objek atau peristiwa yang penting.Faktor tersebut antara lain :
- Waktu
- Keadaan kerja
- Keadaan Sosial

Bentuk khusus dari komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik yang melibatkan hanya dua orang secara tatap-muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal, seperti suami-isteri, dua sejawat, dua sahabat dekat, seorang guru dengan seorang muridnya, dan sebagainya.
Steward L. Tubbs dan Sylvia Moss (dalam Deddy Mulyana, 2005) mengatakan ciri-ciri komunikasi diadik adalah:
1. Peserta komunikasi berada dalam jarak yang dekat;
2. Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik secara verbal maupun nonverbal.




Persepsi Kelompok


Hubungan antar pribadi (interpersonal) diperlukan dalam sebuah kelompok. Kemampuan berkomunikasi antar pribadi (KAP) menjadi landasan penting apabila berada dalam sebuah kelompok. Pada dasarnya, setiap individu mempunyai persepsi tersendiri yang berbeda dengan orang lain. Oleh sebab itu, pada saat melakukan kegiatan kelompok, kita perlu memperhatikan bagaimana berkomunikasi antar pribadi dengan baik supaya bisa menghasilkan kerjasama yang baik pula.
            Interaksi interpersonal dan persepsi keanggotaan adalah dua esensi penting dalam terjalinnya komunikasi dalam sebuah kelompok. Interaksi interpersonal adalah sekolompok individu yang jumlahnya tidak terlalu banyak dan berkomunikasi satu sama lain dalam jangka waktu tertentu, dimana setiap individu mempunyai kesempatan untuk berbicara satu sama lain secara langsung. Sedangkan, persepsi keanggotaan adalah sekelompok individu yang mempunyai persepsi, impresi dan reaksi dengan yang lain melalui interaksi secara langsung, dimana persepsi tersebut bersifat kolektif tentang kesatuan mereka dan mempunyai kemampuan untuk bertingkah laku dengan cara yang sama terhadap lingkungan.
            Proses persepsi adalah stimulus yang diindera oleh individu kemudian diorganisasikan dan diintepretasikan, sehingga individu menyadari/mengerti tentang apa yang diindera tersebut. Dengan demikian, persepsi mempengaruhi stimulus atau pesan yang kita tangkap dan mempengaruhi makna yang kita berikan kepada stimulus tersebut ketika mencapai kesadaran.
            Aspek-aspek persepsi, yaitu kognisi, afeksi, dan konansi atau psikomotor. Peran persepsi dalam KAP adalah proses dimana kita sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indera kita, persepsi mempengaruhi stimulus (rangsangan) atau pesan apa yang kita serap dan makna apa yang kita sampaikan. Keakuratan kita dalam mempersepsikan suatu hal tergantung kepada keterampilan kita memahami petunjuk eksternal dan internal yang terkandung secara tersirat didalamnya. Selain itu, pengalaman steriotipe juga dapat mempengaruhi persepsi individu. 
            Faktor-faktor yang membuat persepsi dalam mempengaruhi KAP, yaitu: faktor situasional dan faktor personal. Faktor-faktor situasional untuk mempengaruhi persepsi antar pribadi seperti bentuk verbal ataupun non-verbal. Sedangkan, persepsi personal adalah persepsi manusia yang mana mempunyai 3 unsur penting yaitu objek, seseorang, dan kejadian.
Persepsi akan datang ketika proses penyampaian pesan dari sender ke receiver dan kualitas persepsi (positive atau negative) yang akan mempengaruhi kualitas pesan yang akan dimaknai oleh keduanya.
Komunikasi antarpribadi sangat potensial untuk menjalankan fungsi instrumental sebagai alat untuk mempengaruhi atau membujuk orang lain, karena kita dapat menggunakan kelima lat indera kita untuk mempertinggi daya bujuk pesan yang kita komunikasikan kepada komunikan kita. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna, komunikasi antarpribadi berperan penting hingga kapanpun, selama manusia masih mempunyai emosi. Kenyataannya komunikasi tatap-muka ini membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar, televisi, ataupun lewat teknologi tercanggihpun.



konflik mempunyai 4 tingkatan yaitu: Konflik intra perorangan, Konflik antar perorangan, Konflik antar kelompok, dan Konflik antar keorganisasian. Saya akan mengambil contoh kasus Konflik antar kelompok yaitu kasus tauran kelompok wartawan dengan pelajar.

WARTAWAN VS SMA 6 JAKARTA
            bermula pada hari Jumat (16/09). Seperti biasa, SMA 6 dan SMA 70 tawuran. Pada saat kejadian itu berlangsung, kebetulan wartawan Trans 7 meliput kejadian tersebut. Menurut berita anak SMA 6 kurang suka diliputnya aksi tawuran mereka. Akhirnya mereka merampas video rekaman tersebut dan melakukan pengeroyokan kepada wartawan tersebut yang bernama Angga Oktaviardi (news.okezone.com).
            Karena hal tersebut, akhirnya keesokan harinya wartawan berkumpul di depan SMA 6 untuk meminta pertanggungjawaban sekolah. Kejadian ini berlangsung pada saat istirahat ke-2. Pada saat pulang sekolah, siswa-siswi tidak dapat langsung keluar karena banyaknya wartawan yang mencoba masuk. Para siswa diamankan dengan mengunci gerbang sekolah. perwakilan dari wartawan melakukan pembicaraan dengan SMA 6 di sekolah. Namun, pembicaraan yang berlangsung baik-baik itu, tidak dibarengi dengan tindakan wartawan dan siswa di luar sekolah. Bentrokan terjadi dan polisi mencoba menenangkan dengan mengeluarkan tembakan di udara
            Empat wartawan menjadi korban. Mereka adalah Yudistiro, wartawan SINDO; Banar Fil Ardi, wartawan online Kompas.com; Panca Surkani, wartawan Media Indonesia dan Septiawan, wartawan Sinar Harapan. Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto membantah bahwa pihaknya tak melakukan tindakan dalam menghentikan sejumlah kasus tawuran yang sering terjadi di SMA 6 dan SMA 70 Jakarta. namun, ia membenarkan bahwa pertikaian antarkedua sekolah tersebut memang telah terjadi puluhan tahun. “Akar tawuran sma 6 itu harus kita lihat. Itu kan sudah puluhan tahun. Saya belum tahu, tapi analisis saya apakah pertentangan antara SMA 6 dan SMA 70 diwariskan. Itu yang harus dicari. Itu bukan hanya tugas Polri, tetapi semua pihak,” tuturnya.


Persepsi Intra Kelompok
Konflik intra kelompok merupakan sesuatu yang natural dan seringkali tidak dapat dihindari. Konflik adalah ketidakcocokan dan percekcokan diantara anggota kelompok. Meskipun konflik sering berakibat negatif seperti kehancuran komunikasi, kehancuran kohesivitas, perusakan kerjasama, penurunan produktivitas dan kepuasan kerja, penarikan diri anggota dan perpecahan kelompok. Adanya konflik mengindikasikan bahwa dalam kelompok telah ada stabilitas dan kesalingtergantungan diantara kelompok sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang kreatif. Penyebab konflik antara lain adanya kesalingtergantungan, kesalahpahaman dan salah persepsi serta kondisi anteseden seperti persaingan terhadap sumber daya manusia, kekaburan bidang tugas, masalah status, hambatan komunikasi dan sifat-sifat individu. Konflik dimulai dengan fase ketidakcocokan, diikuti fase konfrontasi, fase eskalasi, fase deeskalasi dan fase resolusi. Cara mengatasi konflik bisa melalui negosiasi, building trust dan intervensi pihak ketiga. A/ternatif penyelesaian konflik yang lain yaitu dengan konfrontasi yang menekankan penye/esaiannya masalah emosional antara pihak yang berkonflik sebelum menyelesaikan masalah faktual.

CARA-CARA MEMPERBAIKI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Manajer merupakan seorang komunikator, untuk menjadi komunikator yang baik manajer mempunyai tugas yaitu meningkatkan pesan (informasi yang ingin mereka sampaikan) dan meningkatkan pemahaman mereka sendiri tentang apa yang ingin dikomunikasikan orang lain kepada mereka (berusaha untuk tidak hanya memahami, tetapi juga dipahami).





Refrensi               :
Hardjana, Agus M. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Penerbit Kanisius S. Djuarsa Sendjaja, P.D dkk. Teori Komunikasi-ikom4230/3SKS/ Modul 1-9. Universtas Terbuka 1998.Piglet, Jean. Konstruksi realitas melalui mata anak kecil. Penerbit: Free Press, New York.

Bjorklund, D.V (2000) (Inggris) Children's Thinking: Developmental Function and individual Differences. 3rd Ed. Belmont, CA : Wadsworth, hal. 2-13

1 comment:

  1. Casinos Near Casino, Atlantic City, NJ - Mapyro
    Search by zip code. Casinos with 군산 출장안마 casinos closest to Atlantic City are 사천 출장마사지 at or near Ocean Casino, MGM Grand 대구광역 출장안마 Hotel, Casino at Borgata 나주 출장샵 Hotel Casino & Spa, 밀양 출장샵 Atlantic City

    ReplyDelete