PERSEPSI
Persepsi (dari
bahasa Latin perceptio, percipio)
adalah tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna
memeberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Persepsi meliputi semua sinyal dalam sistem saraf, yang merupakan hasil dari stimulasi fisik atau kimia dari
organ pengindra. Seperti
misalnya penglihatan yang merupakan cahaya yang mengenai retina pada mata,
pencium yang memakai media molekul bau (aroma), dan pendengaran yang melibatkan gelombang suara. Persepsi bukanlah penerimaan isyarat secara pasif, tetapi
dibentuk oleh pembelajaran, ingatan, harapan, dan perhatian Persepsi bergantung pada fungsi
kompleks sistem saraf, tetapi tampak tidak ada karena terjadi di luar kesadaran.
Faktor-faktor
yang memengaruhi persepsi
Faktor-faktor
yang memengaruhi persepsi bisa terletak dalam diri pembentuk persepsi, dalam
diri objek atau target yang diartikan, atau dalam konteks situasi di mana
persepsi tersebut dibuat. a.Asumsi Yang Didasarkan Pada Pengalaman Masa Lalu
dan Persepsi Persepsi yang dipengaruhi oleh asumsi – asumsi yang didasarkan
pada pengalaman masa lalu dikemukakan oleh sekelompok peneliti yang berasal
dari Universitas Princenton seperti Adelbert Ames, Jr, Hadley Cantril, Edward
Engels, William H. Ittelson dan Adelbert Amer, Jr. Mereka mengemukakan konsep
yang disebut dengan pandangan transaksional (transactional view). Konsep ini
pada dasarnya menjelaskan bahwa pengamat dan dunia sekitar merupakan partisipan
aktif dalam tindakan persepsi. Para pemikir transaksional telah mengembangkan
sejumlah bukti yang meyakinkan bahwa persepsi didasarkan pada asumsi. Salah
satu yang paling menonjol, yang ditemukan oleh Adelbert Amer, Jr., disebut
monocular distorted room. “Ruangan dibangun sedemikian rupa sehingga dinding
belakang berbentuk trapesium, dimana jarak vertikal ke atas dan ke bawah pada
sisi kiri dinding lebih panjang daripada jarak vertikal ke atas dan ke bawah
pada sisi kanan dinding. Dinding belakang terletak pada suatu sudut, sehingga
sisi kiri terlihat lebih jauh ke belakang dari pada sisi kanan. Jika seorang
pengamat berdiri di depan ruangan dan mengamati melalui sebuah lubang kecil,
maka ruangan akan terlihat seperti sebuah ruangan yang benar – benar membentuk
empat persegi panjang. Jika dua orang berjalan melalui ruangan dan berdiri pada
sudut belakang, maka sesuatu yang menarik akan terjadi.
Bagi si pengamat yang melihat melalui sebuah
lubang, salah satu orang yang berada di sisi kanan akan terlihat sangat besar
karena orang ini berada lebih dekat dengan si pengamat dan memenuhi keseluruhan
ruangan antara lantai dan langit – langit. Sedangkan orang yang berada di sisi
kiri akan terlihat sangat kecil karena berada jauh dari si pengamat. Ilusi ini
terjadi karena pikiran si pengamat mengasumsikan bahwa dinding belakang
parallel dengan dinding depan ruangan. Asumsi ini berdasarkan pengalaman
terdahulu yang menggunakan ruangan – ruangan lain yang mirip. Ilusi ini akan
semakin kuat apabila dua orang yang berada di sudut yang berbeda tersebut
saling bertukar tempat, maka salah satu akan terlihat lebih besar dan yang
satunya lagi terlihat lebih kecil tepat di depan mata si pengamat.
Faktor yang
mempengaruhi persepsi antara lain harapan pengalaman masa lalu, dan keadaan
psikologis yang mana menciptakan kumpulan perseptual. Selain hal tersebut masih
ada beberapa hal yang mempengaruhi persepsi, yaitu: 1.Yang paling berpengaruh
terhadap persepsi adalah perhatian, karena perhatian adalah proses mental
ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran, pada
saat stimulus lainya melemah. Dalam stimulus mempunyai sifat-sifat yang
menonjol, antara lain intensitas dan pengulangan. Diri orang yang membentuk
persepsi itu sendiri. Apabila seseorang melihat sesuatu dan berusaha memberikan
interpretasi tentang apa yang dilihatnya itu, ia dipengaruhi oleh karateristik
individual yang turut berpengaruh seperti sikap kepentingan, minat, kebutuhan,
pengalaman, harapan dan kepribadian. 2.Stimulus yang berupa obyek maupun
peristiwa tertentu. Stimulus yang dimaksud mungkin berupa orang, benda atau
peristiwa. Sifat-sifat sasaran itu biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang
yang melihatnya. 3.Faktor situasi dimana pembentukan persepsi itu terjadi baik
tempat, waktu, suasana dan lain-lain
Jenis-jenis persepsi
Proses
pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang
diperoleh oleh indera menyebabkan
persepsi terbagi menjadi beberapa jenis :
Persepsi
visual
Persepsi visual didapatkan dari indera penglihatan. Persepsi ini adalah persepsi yang
paling awal berkembang pada bayi, dan memengaruhi bayi dan balita untuk
memahami dunianya.Persepsi visual merupakan topik
utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya
paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari. Persepsi kaum muslimin
harus mengacu pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, ini yang kemudian disebut Islamic
Worldview
Persepsi visual merupakan hasil dari
apa yang kita lihat baik sebelum kita melihat atau masih membayangkan dan
sesudah melakukan pada objek yang dituju
Persepsi auditori
Persepsi auditori didapatkan dari
indera pendengaran yaitu telinga.
Persepsi perabaan
Persepsi pengerabaan didapatkan dari
indera taktil yaitu kulit.
Persepsi penciuman
Persepsi penciuman atau olfaktori
didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung.
Persepsi pengecapan
Persepsi pengecapan atau rasa
didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah.
PERSEPSI DAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU
Persepsi penting karena perilaku
individu didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan.
·
Proses Persepsi
Stimulus Lingkungan -> Perhatian dan seleksi -> Pengorganisasian Stimulus
-> Penafsiran -> Persepsi
Stimulus Lingkungan -> Perhatian dan seleksi -> Pengorganisasian Stimulus
-> Penafsiran -> Persepsi
faktor-faktor
ini bisa dikelompokkan berdasarkan berbagai sudut pandang
Faktor dari dalam diri pembentuk persepsi itu sendiri Yaitu ketika seorang individu melihat sebuah target dan berusaha untuk menginterpretasikan apa yang ia lihat,interpretasi itu sangat dipengaruhi oleh berbagai karakteristik pribadi dari pembuat persepsi individual tersebut.
Faktor dari dalam diri pembentuk persepsi itu sendiri Yaitu ketika seorang individu melihat sebuah target dan berusaha untuk menginterpretasikan apa yang ia lihat,interpretasi itu sangat dipengaruhi oleh berbagai karakteristik pribadi dari pembuat persepsi individual tersebut.
·
Karakteristik pribadi itu meliputi :
-Sikap
-Kepribadian
-Motif
-Minat
-Pengalaman masa lalu
-Dan harapan-harapan seseorang
-Sikap
-Kepribadian
-Motif
-Minat
-Pengalaman masa lalu
-Dan harapan-harapan seseorang
·
Faktor dari target atau obyek
Karakteristik target yang diobservasi bisa mempengaruhi apa yang diartikan.Faktor-faktor tersebut seperti :
-Sesuatu yang baru
-Gerakan
-Suara
-Ukuran
-Latar belakang
-Kedekatan
-Kemiripan
Karakteristik target yang diobservasi bisa mempengaruhi apa yang diartikan.Faktor-faktor tersebut seperti :
-Sesuatu yang baru
-Gerakan
-Suara
-Ukuran
-Latar belakang
-Kedekatan
-Kemiripan
·
Faktor dalam situasi
Yaitu konteks dimana kita melihat berbagai objek atau peristiwa yang penting.Faktor tersebut antara lain :
- Waktu
- Keadaan kerja
- Keadaan Sosial
Yaitu konteks dimana kita melihat berbagai objek atau peristiwa yang penting.Faktor tersebut antara lain :
- Waktu
- Keadaan kerja
- Keadaan Sosial
Bentuk khusus
dari komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik yang melibatkan hanya
dua orang secara tatap-muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap
reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal,
seperti suami-isteri, dua sejawat, dua sahabat dekat, seorang guru dengan
seorang muridnya, dan sebagainya.
Steward L. Tubbs dan Sylvia Moss
(dalam Deddy Mulyana, 2005) mengatakan ciri-ciri komunikasi diadik adalah:
1. Peserta komunikasi berada
dalam jarak yang dekat;
2. Peserta komunikasi mengirim
dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik secara verbal maupun
nonverbal.
Persepsi Kelompok
Hubungan antar
pribadi (interpersonal) diperlukan dalam sebuah kelompok. Kemampuan
berkomunikasi antar pribadi (KAP) menjadi landasan penting apabila berada dalam
sebuah kelompok. Pada dasarnya, setiap individu mempunyai persepsi tersendiri
yang berbeda dengan orang lain. Oleh sebab itu, pada saat melakukan kegiatan
kelompok, kita perlu memperhatikan bagaimana berkomunikasi antar pribadi dengan
baik supaya bisa menghasilkan kerjasama yang baik pula.
Interaksi interpersonal dan persepsi keanggotaan adalah dua esensi penting
dalam terjalinnya komunikasi dalam sebuah kelompok. Interaksi interpersonal adalah
sekolompok individu yang jumlahnya tidak terlalu banyak dan berkomunikasi satu
sama lain dalam jangka waktu tertentu, dimana setiap individu mempunyai
kesempatan untuk berbicara satu sama lain secara langsung. Sedangkan, persepsi keanggotaan adalah
sekelompok individu yang mempunyai persepsi, impresi dan reaksi dengan yang
lain melalui interaksi secara langsung, dimana persepsi tersebut bersifat
kolektif tentang kesatuan mereka dan mempunyai kemampuan untuk bertingkah laku
dengan cara yang sama terhadap lingkungan.
Proses persepsi adalah stimulus yang diindera oleh individu kemudian
diorganisasikan dan diintepretasikan, sehingga individu menyadari/mengerti
tentang apa yang diindera tersebut. Dengan demikian, persepsi mempengaruhi stimulus
atau pesan yang kita tangkap dan mempengaruhi makna yang kita berikan kepada
stimulus tersebut ketika mencapai kesadaran.
Aspek-aspek persepsi, yaitu kognisi, afeksi, dan konansi atau psikomotor. Peran
persepsi dalam KAP adalah proses dimana kita sadar akan banyaknya stimulus yang
mempengaruhi indera kita, persepsi mempengaruhi stimulus (rangsangan) atau
pesan apa yang kita serap dan makna apa yang kita sampaikan. Keakuratan kita
dalam mempersepsikan suatu hal tergantung kepada keterampilan kita memahami
petunjuk eksternal dan internal yang terkandung secara tersirat didalamnya.
Selain itu, pengalaman steriotipe juga dapat mempengaruhi persepsi individu.
Faktor-faktor yang membuat persepsi dalam mempengaruhi KAP, yaitu: faktor
situasional dan faktor personal. Faktor-faktor situasional untuk mempengaruhi
persepsi antar pribadi seperti bentuk verbal ataupun non-verbal. Sedangkan,
persepsi personal adalah persepsi manusia yang mana mempunyai 3 unsur penting
yaitu objek, seseorang, dan kejadian.
Persepsi
akan datang ketika proses penyampaian pesan dari sender ke receiver dan
kualitas persepsi (positive atau negative) yang akan mempengaruhi kualitas
pesan yang akan dimaknai oleh keduanya.
Komunikasi antarpribadi sangat
potensial untuk menjalankan fungsi instrumental sebagai alat untuk mempengaruhi
atau membujuk orang lain, karena kita dapat menggunakan kelima lat indera kita
untuk mempertinggi daya bujuk pesan yang kita komunikasikan kepada komunikan
kita. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna, komunikasi
antarpribadi berperan penting hingga kapanpun, selama manusia masih mempunyai
emosi. Kenyataannya komunikasi tatap-muka ini membuat manusia merasa lebih
akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti
surat kabar, televisi, ataupun lewat teknologi tercanggihpun.
konflik mempunyai 4 tingkatan
yaitu: Konflik intra perorangan, Konflik antar perorangan, Konflik antar
kelompok, dan Konflik antar keorganisasian. Saya akan mengambil contoh kasus
Konflik antar kelompok yaitu kasus tauran kelompok wartawan dengan pelajar.
WARTAWAN VS SMA 6 JAKARTA
bermula
pada hari Jumat (16/09). Seperti biasa, SMA 6 dan SMA 70 tawuran. Pada saat
kejadian itu berlangsung, kebetulan wartawan Trans 7 meliput kejadian tersebut.
Menurut berita anak SMA 6 kurang suka diliputnya aksi tawuran mereka. Akhirnya
mereka merampas video rekaman tersebut dan melakukan pengeroyokan kepada
wartawan tersebut yang bernama Angga Oktaviardi (news.okezone.com).
Karena
hal tersebut, akhirnya keesokan harinya wartawan berkumpul di depan SMA 6 untuk
meminta pertanggungjawaban sekolah. Kejadian ini berlangsung pada saat
istirahat ke-2. Pada saat pulang sekolah, siswa-siswi tidak dapat langsung
keluar karena banyaknya wartawan yang mencoba masuk. Para siswa diamankan
dengan mengunci gerbang sekolah. perwakilan dari wartawan melakukan
pembicaraan dengan SMA 6 di sekolah. Namun, pembicaraan yang berlangsung
baik-baik itu, tidak dibarengi dengan tindakan wartawan dan siswa di luar
sekolah. Bentrokan terjadi dan polisi mencoba menenangkan dengan mengeluarkan
tembakan di udara
Empat
wartawan menjadi korban. Mereka adalah Yudistiro, wartawan SINDO; Banar Fil
Ardi, wartawan online Kompas.com; Panca Surkani, wartawan Media Indonesia dan
Septiawan, wartawan Sinar Harapan. Kapolres
Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto membantah bahwa pihaknya tak
melakukan tindakan dalam menghentikan sejumlah kasus tawuran yang sering
terjadi di SMA 6 dan SMA 70 Jakarta. namun, ia membenarkan bahwa pertikaian
antarkedua sekolah tersebut memang telah terjadi puluhan tahun. “Akar tawuran
sma 6 itu harus kita lihat. Itu kan sudah puluhan tahun. Saya belum tahu, tapi
analisis saya apakah pertentangan antara SMA 6 dan SMA 70 diwariskan. Itu yang
harus dicari. Itu bukan hanya tugas Polri, tetapi semua pihak,” tuturnya.
Persepsi Intra Kelompok
Konflik intra kelompok merupakan sesuatu
yang natural dan seringkali tidak dapat dihindari. Konflik adalah
ketidakcocokan dan percekcokan diantara anggota kelompok. Meskipun konflik
sering berakibat negatif seperti kehancuran komunikasi, kehancuran kohesivitas,
perusakan kerjasama, penurunan produktivitas dan kepuasan kerja, penarikan diri
anggota dan perpecahan kelompok. Adanya konflik mengindikasikan bahwa dalam
kelompok telah ada stabilitas dan kesalingtergantungan diantara kelompok sehingga
memungkinkan pengambilan keputusan yang kreatif. Penyebab konflik antara lain
adanya kesalingtergantungan, kesalahpahaman dan salah persepsi serta kondisi
anteseden seperti persaingan terhadap sumber daya manusia, kekaburan bidang
tugas, masalah status, hambatan komunikasi dan sifat-sifat individu. Konflik
dimulai dengan fase ketidakcocokan, diikuti fase konfrontasi, fase eskalasi,
fase deeskalasi dan fase resolusi. Cara mengatasi konflik bisa melalui
negosiasi, building trust dan intervensi pihak ketiga. A/ternatif penyelesaian
konflik yang lain yaitu dengan konfrontasi yang menekankan penye/esaiannya
masalah emosional antara pihak yang berkonflik sebelum menyelesaikan masalah
faktual.
CARA-CARA MEMPERBAIKI
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Manajer merupakan seorang komunikator, untuk menjadi komunikator yang baik manajer mempunyai tugas yaitu meningkatkan pesan (informasi yang ingin mereka sampaikan) dan meningkatkan pemahaman mereka sendiri tentang apa yang ingin dikomunikasikan orang lain kepada mereka (berusaha untuk tidak hanya memahami, tetapi juga dipahami).
Manajer merupakan seorang komunikator, untuk menjadi komunikator yang baik manajer mempunyai tugas yaitu meningkatkan pesan (informasi yang ingin mereka sampaikan) dan meningkatkan pemahaman mereka sendiri tentang apa yang ingin dikomunikasikan orang lain kepada mereka (berusaha untuk tidak hanya memahami, tetapi juga dipahami).
Refrensi :
Hardjana, Agus M. Komunikasi Intrapersonal dan
Interpersonal. Penerbit Kanisius S.
Djuarsa Sendjaja, P.D dkk. Teori Komunikasi-ikom4230/3SKS/ Modul 1-9.
Universtas Terbuka 1998.Piglet, Jean. Konstruksi realitas melalui mata anak
kecil. Penerbit: Free Press, New York.
Bjorklund, D.V (2000) (Inggris) Children's Thinking:
Developmental Function and individual Differences. 3rd Ed. Belmont,
CA : Wadsworth, hal. 2-13
